Packing   Leave a comment

Bagi yang membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya pasti tahu dong salah satu kegemaran saya, yuup packing, saya suka saat-saat packing, karena packing berarti merencanakan, berasumsi, dan memprediksi, semuanya mulai kebutuhan-kebutuhan apa yang kira-kira kita perlukan, jumlahnya sampai pada browsing-browsing informasi terkait. (o, kecuali satu packing yg tidak saya suka, ketika mau berangkat dari rumah ke kos-kosan, dulu, beraat banget rasanya :D).

So, seharian ini salah satu agenda saya adalah packing dan hunting informasi tentang Southern Thailand. Harus mulai belajar dari ahlinya, mencoba menilik tips-tips dari yang lain, orak sak karepe dewe 😀, siapa tahu dapat ilmu tambahan. Hasil gogling, ada tips dari kompasiana, saya coba check ala penulisan mb nella (Hehe, dapat temen blog baru),

Berikut tips dari kompasiana.com :

1. Simpan tiket dan hasil scan passport anda secara online di emil anda, agar bila terjadi sesuatu yang di luar dugaan anda memiliki backup nya. –> tiket tidak perlu pakai van kampus, passport di email sudah ada.

2. Simpan segala hal-hal penting yang anda bawa secara terpisah, seperti uang, kartu kredit, dll. supaya jika terjadi pencopetan anda tidak kehilangan semua barang-barang berharga anda. –> Iya, sudah terbiasa melakukannya sepertinya :D.

3. Bawalah kantong plastik dengan jumlah yang agak banyak, karena saya yakin kantong plastik itu akan berguna nantinya. –> selalu.

4. Bawalah pakaian yang kira-kira akan benar-benar akan anda pakai, karena kalau anda belum tentu menggunakannya maka pakaian tersebut hanya akan memberat-beratkan koper atau tas anda. –> Hixixi, begitu ya, saya selalu menambahkan satu pasang untuk jaga-jaga, dan hasilnya memang berat bener :D. (Biasanya saya siapin jaga2 kalau ada hal2 yang tidak diinginkan, seperti dikerjain anak2 dijeburin ke kolam 😀 *imaginasi berlebih, kehujanan, dan pengalaman terakhir dalam trip kemarin adalah kena eek monyet baju sayah, ada2 saja )

5. Sebelum berangkat cobalah cari informasi mengenai tempat tujuan anda, kira-kira tempat manakah yang mungkin akan anda datangi. –> ohh, of course, masih gogling terus ini.

ok untuk tips edisi kompasiana ini sepertinya insyaAllah sudah lewat, mencoba tips dari yg lain, yang ahlinya travelling, siapa lagi kalau bukan mb Trinity, penulis The Naked Traveller, yang best seller itu, nemu nya ini, ” Browsing before Travelling“, dia mengulas beberapa hal yang sering orang-orang tanyakan kepadanya, sampai sepertinya kewalahan dan sampai bosen menjawabnya :

1. “Enaknya ngapain ya?”, menurut dia tiap orang beda hobbi, so harus browsing sendiri –> setujuh-setujuh, dalam usaha.

2. “Nginepnya di mana ya?” –> tidak perlu karena sudah di handle kampus.

3. “Naik pesawat apa ya?” –> tidak perlu karena emang tidak naik pesawat.

4. “Gimana sih cara ngurus visa?” –> tidak perlu karena dalam satu negara

5. “Bawa duit berapa ya?” –> siiigh, sudah spechless ini, soalnya lagi masa “seadanya”, keuangan belum turun dari bulan Januari katanya sih karena ada resuffle di Jakarta, ya masih bisa di handle sih disini, itung2 belajar bersabar. Nah yang mengkhawatirkan, bagaimana ini nasib temen2 yang ada di eropa, USA, secara disana biaya hidupnya kan g tanggung-tanggung, semoga mereka baik-baik saja disana.

6. “Bagi tipsnya dong!” , dia bilang, worrying gets you nowhere, a.k.a kalau terlalu khawatir g jadi berangkat melancong :D. Siapin mental aja. –-> Ok banget ini saran :D, hehehe.

Ok, sepertinya tips diatas juga sudah lewat. oya, inget saat membaca kisah2 perjalanan orang, sepertinya mereka bawa buku fiksi tu kalau bepergian untuk mengisi waktu luang, boleh juga deh dicoba, masalah baru sadar disini saya tidak punya buku fiksi satu pun :D. Ya sudahlah cari-cari yang serupa dengan fiksi, seperti yang ada sejarahnya gitu masuk, kan sama ada plot-plotnya :D. Ada dua kandidat buku yang belum selesai saya baca;

1. Menuju Kesehatan Madani, sejarah ttg bagaimana institusi2 kesehatan masuk ke indonesia dari jaman belanda dulu, buku ini lumayan bagus, warisan dari dosen saya, tapi tebelnya itu yg g nguatin :D.

2. Transborder issue in Greater Mekong Sub-region, wah ini topiknya selalu menarik perhatian saya, tentang kisah-kisah kaum marginal di daerah perbatasan, buku warisan dari dosen saya yang kemarin S3 disini.

Setelah ditimbang-timbang sepertinya buku ke dua yang terpilih, siapa tahu dapat inspirasi, kan traveling kali ini salah satunya ke daerah perbatasan.

sudah siip :D, list dibuku agenda mulai dari baju-baju, kebutuhan pribadi, alat mandi, alqur’an, obat2an, sendal dll-dll semuanya sudah nengkreng. Masalah, jadi banyak banget ini bawaan, padahal pihak kampus bela-belain tadi sore sampai telpon ke anak2 termasuk saya supaya bawaannya ” The small one, Ok”, hohoho :D. Mereka bilang kalau perlu kita hanya bawa dua pasang baju, satu dipakai, satu dicuci, begitu seterusnya sampai seminggu, Ahh, Ibu tega bener :D, sudah gitu kita kan pindah-pindah propinsi,  pindah-pindah hotel ya mana bisa nyuci kalau cuma semalam di tiap-tiap hotelnya, mau dibawa2 setengah basah gitu, emang laundrian :D. tapi usul tetap di perhatikan, lohh, hehehe, a.k.a harus dikurangi bajunya. Karena kita hanya memakai dua van, yang dirasa lebih adaptif terhadap jalan-jalan kelinci nantinya, daripada Bus. Sudah gitu laptop, sepertinya teriak-teriak minta dibawa juga, ya iyalah seminggu tanpa laptop, bisa mati gaya dong :D. Hehe kacau bener, beginilah salah satu generasi yang terkena dampak teknologi.

Perjalanan kita dimulai dari bangkok ke Ratchaburi, kemudian travel ke Ranong, Nakhom Si Thammarat sampai songkhla dan HatYai yang merupakan daerah perbatasan Malaysia, dan kembali ke Chumpon dan berlanjut ke Bangkok lagi (bisa dilihat dipeta, saya kasih tanda). Oya ada satu daerah yang saya ingin sekali kunjungi di perjalanan kali ini, pernah denger pondok BAN TAN, ya daerah yang pernah di ceritakan oleh Anies Baswedan, yang dulu pernah masuk kompas, bisa dilihat disini, saya inget temen saya pernah post di fb. Semoga rizki saya untuk bertemu orang-orang disana, Amin.

Ok, sudah dulu ya, mohon doanya supaya perjalanan kali ini lancar dan membawa berkah, amin.

Terimkasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: