Do you believe that there is no something coincidence in our live?
When you do maybe you just need to believe that it must be exist some scenes for you, incredible and perfect scene perhaps.
Do you believe that there is no something coincidence in our live?
When you do maybe you just need to believe that it must be exist some scenes for you, incredible and perfect scene perhaps.
Pukul tiga dan hari ketiga, dari edusmart program, mall taman anggrek Jakarta.
Jakarta is so colorful, dazzle. I remember when someone told me that jakarta naturally will makes you slightly smarter than you are normally when you grow up in other city in Indonesia. Hmm, i just realize that maybe it was right, it is.
Saat kita benar-benar berdoa dan memohon, sebenarnya alam begitu bergerak, bersinkronisasi, namun terkadang kita masih begitu bimbang dan ragu, apakah angin yang bergerak itu adalah salah satu dari jawaban atas doa-doa kita.
Begitu banyak kemungkinan, namun, ada pepatah yang mengatakan; “the man who knows exactly what he wants, every wind is the right wind”.
Masih menganalisis, anak tanggaku kah ini?
Let see.
TO FIAH
Who is brave to be my friend
I don’t know the time, when I feel you were my friend, and I was your friend. Long time doesn’t make two hearts understand each other, right? But, now we are a part of each other. One heart, one think, one act.
I’m impressed by your love and your honest attention. Do you know why? Because your love is love itself, that doesn’t need anything to express. Once again, your love is love itself, always understand without a process. Amazed by your agreement to all my decisions, I think, love was born immediately from the womb.
One thing, your bravery touch my heart, your bravery spends your time with me, help me to arrange the puzzle of my life pieces. Even, you help me to make me cry because of my broken puzzle.
Really, to be a part of someone isn’t an easy thing. But, I think you are a perfect girl in that one. Thanks for everything. I love You.
With love
Your lovely friend,
Bhinuri Damawanti.
____________________________________________________________________________________________
*Just found it, again, in my locker.
This letter was written in our second years of friendship, i just surprised when she asked me to come in the event, she read loudly in front of me and others because this letter was chosen as love letter finalist.
Memimpin adalah sebuah hal yang sangat unik, yang terkadang aku sulit untuk mendefinisikannya. Rasanya begitu butuh banyak teori, keahlian, uji coba, pembiasaan, dan evaluasi. Ada juga orang yang begitu mudahnya untuk belajar menjadi pemimpin, karena ia memang berbakat untuk menjadi pemimpin, seperti orang feeling menurut teorinya C.G Jung.
3 Minggu sudah aku bekerja di kantor baruku ini, sangat surprise dengan salah satu pola kepemimpinan disini. Semula aku merasa kediktatoran selalu akan menghasilkan sesuatu yang negative, minus, tapi ternyata tidak selamanya. Hypothesisku sementara ini karena dikombinasikan dengan beberapa hal lainnya yang ternyata membawa dampak positif, kalau dalam teori statistic terjadi sebuah interaction effect.
Ada sebuah bonding yang sangat kuat di ruang kerja ini, kepatuhan yang luar biasa kepada pemimpin, performance dan loyalitas yang mendekati mutlak, kesatuan tim dengan hati.
Kesejahteraan yang terealisasi secara praktis, Kepercayaan penuh kepada pemegang tugas, Kebersamaan, tuntutan secara total, Idealisme tak tergantikan, visi kedepan yang melibatkan, pembukaan diatas standar diri; semuanya bersinergi menjadi satu.
Belajar dan beradaptasi.
New kost, Blue Sunny.
Bismillah, memulai upload lagi ahh
, I think it’s better than just stays in my diary folder. Yaa siapa tahu bermanfaat untuk yg lagi nyasar baca2 ^_*.
Finally dapat kost baru, insyaAllah sesuai yang diharapkan, harganya terjangkau dengan budjetku, space yang cukup, cahaya bisa masuk ke dalam ruangan dengan sangat memadai, lingkungan yang kondusif, dan dapat bonus sebuah teras yang coozyy abizz dengan pemandangan malam yang seperti villa, hehe. Dan tentunya sangat bersyukur dengan mendapatkan ini, karena setelah perjuangan yang gak jelas panjang lebarnya
, setelah muter-muter sekampung selama dua hari mulai dari pleburan, singosari, kusumawardhani, sultan agung, finally genuk krajan I lah yang terpilih. Walaupun jaraknya sedikit jauh dengan kampusku, it’s ok aku masih bisa berkompromi dengan yang namanya berjalan kaki, dan si pinky, payung yang setia dalam setiap hari-hariku di mahidol university, sepertinya masih juga akan setia menemaniku di sini, UNDIP pleburan ini, yang rasanya mungkin akan aku bersamai setidaknya selama satu tahun kedepan.
Sebenarnya dengan terpilihnya kost ini bukan berarti ini yang paling ok, tetapi inilah yang at least mendekati dengan yang aku butuhkan untuk saat ini. Banyak kost-kost ditempat lain yang lebih bagus, tapi tentu saja kriteria ini tidak akan bersahabat dengan budgetku, hehehe. Ada juga yang dibawah bugjet atau tempatnya yang dekat dengan kampus, tetapi hmm banyak peninjauan ulang untuk bisa masuk list, ada yang karena dibawah standar sebuah rumah sehat, atau spacenya yang mengajak berdebat, *dalam hati bagaimana bisa ini kalau adik2ku datang berkunjung mau ditaruh mana mereka, kalau untuk yang datang karena sharing dan bimbingan akademik sihh masih tak masalah bisa diboyong ke kampus, lha kalau yang datang karena lagi boring dengan aktivitasnya, lagi g mood, lagi pingin curhat karena ini itu dengan hatinya, wahh bisa-bisa tambah kacau suasana hati mereka
.
Satu hal yang belum tercentang dalam kost ini, tidak ada dapur, hiks
, sebenarnya sangat essensial, karena memang targetnya masak sendiri, sayang kalau tidak terpenuhi mengingat minat masakku mulai muncul setelah satu tahun di Thailand sering melarikan diri dari kesibukan dan sindrom thesis dengan memasak, walaupun masakannya juga ga jelas, hahaha. Tapi kemarin terdamaikan dengan berfikir untuk menciptakan dapur sendiri, karena ya dapur minimalis siyy masih bisa menampung aneka masakanku yang masih bisa dihitung dengan jari
. Dan sepertinya akan berjalan lebih lancar karena setelah ngobrol dengan rekan-rekan disini, (* huuua punya tetangga-tetangga baru, sepertinya mereka keren-keren lho
, later I tell about them), mereka juga berminat untuk memasak sendiri.
Ok, now let me tell you about them *_^.
Bersambung.
Terprovokasi oleh sosok-sosok yang tidak pernah lelah untuk melakukan perubahan yang lebih baik
Terprovokasi oleh semangat untuk selalu berbenah diri
Terprovokasi oleh karya-karya santun penuh makna
Terprovokasi oleh pemuda-pemuda bangsa yang punya itikad untuk Indonesia yang lebih baik
Oleh mimpi dan keyakinan akan masa depan yang cemerlang, yang berjuang, yang bermuara
Oleh kerendahan hati, kesahajaan dan keikhlasan
Oleh jiwa-jiwa yang selalu terpatri padaNYA.
Terimakasih, Rabbi.
Akan ada mereka.
*Edisi oleh-oleh dari Menjenguk Indonesia, Juni 2011.
(Yang ini adalah salah satu koleksi coretan, rangkaian hati dan imaginasi dari keponakanku yang imut, si Alim, 13 Tahun).
SI KEMBAR
“Sin, bantu aku ya”, pintaku
“Iya”, jawab Sin.
Aku dan Sin adalah saudara kembar, kata mama, aku terlahir berbeda dengan Sin. Aku mirip papa, dan Sin mirip mama, ketika umurku lima tahun aku mengalami kecelakan yang membuat kedua mataku buta. Sejak itu aku hanya bisa di rumah, sedangkan Sin sekolah, aku hanya bisa menghibur diri dengan menyanyi, dengerin musik.
Hari ini, pagi-pagi sekali, sin bangunin aku. Katanya ia mau ajak aku jalan-jalan.
“San, bangun san!”, teriak Sin.
“Ada apa sih, “ kataku sambil beranjak bangun.
Sin mengajakku jalan-jalan. Itu memang kebiasaan aku dan Sin setiap hari sebelum Sin sekolah, tapi tidak sepagi ini. Setelah jalan-jalan aku dan Sin sarapan, lalu Sin sekolah, aku kembali sendiri lagi. Tapi semua itu tak memuatku putus asa, aku akan tetap berusaha. Aku dan Sin akan tetap mengasihi dan menyanyangi. Oleh karena itu teman-teman kami menjuluki kami Si kembar.
Memang kami kembar ???
_____________________________________________________________
Pagi ini aneh, karena mengetahui bahwa aku adalah besi, yang akan menegakkan air, terdukung oleh sensing dan mungkin akan terkunci oleh feeling.
Tapi rasanya seperti sebuah harapan yang baru untukku-belajar sedikit lebih keras dan berkualitas dalam bidang keahlianku, kepercayaan diri.
Hanya saja, tangan kiri yang aku kenal dalam kehidupanku sebelumnya rasanya sudah mengisi hari-hariku begitu indah dan berwarna hingga aku memburam menyerupainya, satu syukurku lagi.
Tuhan, aku tidak tahu masa depan, karenanya aku berusaha. Pun ketika aku tahu, mencari ridhoMu untuk memperbaikinya adalah mungkin.
Rabbi, terimakasih atas segala tanpa syaratMu.
Ternyata aku adalah besi
.
27 Mei 2011,
STIFin Test, H+1
Hari ini seperti biasa saya dan teman-teman pergi lunch ke main kantin. Kita makan sambil ngobrol kemana-mana, satu event yang rasanya selalu kami tunggu-tunggu ketika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, walaupun kita baru akan break pada pukul 12.00 siang hari. Dan kenapa acara makan siang ini sangat momentual bagi saya, karena banyak tamabahan plus-plusnya seperti menunggu tram di trotoar tram, dari situ selain tempatnya yang sejuk juga kita bias menikmati hilir mudik para civitas akademi lainnya, melihat, mengobservasi mereka walaupun sekilas tampaknya tapi ternyata sangat refresif sekali, ada yang terburu-buru, ada yang santai sambil bercakap-cakap, ada yang berkelompok, ada yang sendirian. Heheh
. Dan selanjutnya adalah naik tramp, w.a.w rasanya ini yang paling mengasikkan, desain tram yang terbuka dan simple memungkinkan saya untuk bias merasakan udara segar sekeliling kampus, melihat pemandangan yang ada plus ada layanan musicnya walaupun seringnya adalah music thai, tapi ini sangat menyenangkan sekali. Huuf, segar dan santai. Acara selanjutnya adalah memilih makanan, memilih berarti menentukan dengan power, lifestyle dan appetite. Power sangat berkaitan dengan waktu, awal bulan atau akhir bulan, hehehe, emang pegawai negeri
, Lifestyle ternyata sangat kerasa sekali stand for religion bila kita berada di Negara nonmuslim, memilah dan memilih makanan yang aman dan halal, dan appetite tentu saja personal banget, hehe, yang jelas saya suka makanan-makanan manis, pedas, gurih, hayyyah
.
Inti point yang ingin saya ceritakan, yaitu ketika berada pada saat ditengah-tengah obrolan sambil bercanda, salah satu dari teman saya, chimgee dari Mongolia menyeletuk :
“You know guys, I think in ten or 20 years later all of us will be a big person, because you know when a week ago I went to UNFPA seminar, all of the presentation there, we have learned about it, about demographic transition, demographic determinant, etc-etc”
“hahahahhh”
Setiap dari kita tertawa mendengarnya. Mungkin ini hanya sekedar joke biasa, but for me, I got it indeed, karena joke ini berasal dari chimgee, teman saya itu. Teman saya itu, bagaimana ya saya menceritakannya ya, dia itu some kind like ” visioner-innocent type”, jadi dia tipe seseorang yang tahu benar tujuan dalam setiap opsinya, tahu disini berarti tidak hanya apa, tapi juga kenapa, bagaimana dan konsekuensinya. Dan dia really meant it, dan really did it. Dia adalah seorang pembelajar benar-benar, menanyakan apapun yang tidak diketahuinya tanpa sebuah tendency kecuali jawaban yang sebenarnya. Bisa menghabiskan seharian hanya untuk belajar di ruang kelas, even pada hari libur, (karena disini mahasiswa bias memilki kunci ruangan), tapi dia juga bisa menghabiskan waktunya just hanya untuk berlibur. Ketika hari ulang tahunnya dia bisa menghabiskan dua harinya untuk party dengan teman-teman mongolianya, tapi dua hari sebelumnya dia mengisolasi dirinya hanya untuk belajar, dan dia bilang “ Sorry, I should study hard during this two days, because next two days I want to celebrate my birthday with my mongolian friends, and drink a lot of wine.”, and she’s very happy to said that.
Pernah juga di tengah-tengah kesibukan semester, dia memutuskan ke singapura untuk memperpanjang visa, biasa strategi ganda para mahasiswa untuk memperpanjang visa adalah dengan keluar dari Thailand untuk beberapa hari, jadi mereka tidak harus memperpanjang ke imigrasi. Tapi karena dia tidak ingin ketinggalan pelajaran, dia meminta bantuan temennya, anak jepang untuk mengikuti kelas kita dan merekam, merecord, dan mencatat. Dan it’s really work, karena salah satu ciri orang jepang adalah melakukan yang terbaik ketika dia dipercaya, hehe, kita kasihan saja melihatnya, pelajaran statistic lanjutan, dengan rumus-rumus yang kriting, ehhh, dia yg kita tanya tak tahu apa-apa tentang itu, harus seharian di kelas mencatat apa yang tidak dia tahu, tapi dia santai dan senang saja, salute
.
Chimgee, memang Mongolian girl, salah satu budaya pendidikan di Mongolia adalah seorang anak perempuan haruslah mengenyam pendidikan setingi-tingginya, supaya dia mandiri sedangkan seorang anak laki-laki tidaklah harus, cukup untuknya pendidikan dasar dan setelah itu membantu keluarga meneruskan bisnis dan pekerjaan keluarga. Dia ahli dalam optimistic, pengambil resiko dan konsekuensi.